Archives

Those ‘Gombal’ Songs…

Pertama-tama, mari kita ucapkan selamat natal bagi teman-teman yang merayakan! Hip hip huraaa! Semoga mendapat berkah dan kebahagiaan seperti yang diharapkan. Amiiiiin…

Kedua-dua, postingan ini isinya total curhat. Get ready!

Jadi, ceritanya, malam ini dalam perjalanan pulang dari bergembira ria di Angkringan Kopi Joss bersama pacar dan sepupunya pacar dan pacarnya sepupunya pacar (singkatnya, double date lah), si pacar muter CD “Love Theory” kepunyaan si Abdul & The Coffee Theory. Lagu yang pertama berdendang di telinga tentunya si track 1 yang judulnya “Aku Suka Caramu”, musiknya enak, suara penyanyinya enak juga, tapi entah kenapa aku empet denger liriknya yang kira-kira seperti ini :

Aku suka caramu membuatku tersenyum saat hari ku kelabu
Aku suka caramu tertawa riang saat kau datang menyambutku

Aku suka semua perhatianmu
Aku suka caramu menjaga diriku
Aku suka semuanya tentangmu

Engkau dan aku tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku, ku kan selalu jadi milikmu

Walau waktu berputar, cinta kita ‘kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu

Aku suka caramu menahan diriku saat ku ‘kan pergi jauh
Aku suka caramu membuatku cemburu ‘tuk dapat perhatianku

Aku suka caramu memanjakanku
Aku suka caramu meyakinkan aku, saat aku merasa ragu

Dan masih panjang lagi sebenernya, tapi nggak penting-penting amat lah untuk ditulis semua ya. Intinya, sewaktu denger lagu itu, reaksi spontanku dalam hati adalah  ”MEH!” dan langsung melengos ke luar jendela. Why oh why? tanyaku pada diri sendiri. Lagunya manis, gitu. Maniiiiis banget, seneng banget pasti kalau ada yang nyanyiin lagu itu buat aku. Tapi justru itulah poinnya, kenapa “meh!” yang keluar dan bukannya “oh so sweet!”, karena… liriknya terlalu gombal. Lagu itu dengan gampangnya memunculkan pertanyaan di kepalaku : “ADAKAH laki-laki yang bener-bener suka cara seseorang (dalam konteks ini perempuan) dalam memperlakukannya?” Suka caranya tertawa sih masih umum, apalagi suka cara memanjakan dan memperhatikan, siapa juga yang nggak suka dimanjakan dan diperhatikan. Tapi “suka caranya membuatku tersenyum saat hariku kelabu”? Really? Mencerahkan hari seseorang yang udah terlanjur kelabu itu susahnya minta ampun lho, aku butuh putar otak 360 derajat dan kadang masih nggak nemu juga caranya. Dan “suka caramu membuatku cemburu”? YANG BENER? Adakah laki-laki yang seperti itu? Rasanya nggak. Yang ada laki-laki itu cuma tiga jenis. Satu, yang nggak cemburuan babar blas, mau ada Prince William dateng dan ngelamar pacarnya pake cincin batu safir bertatahkan berlian pun dia lempeeeeng aja. Dua, yang cemburuan paraaaaah dan posesif amit-amit sampai pacarnya kemana-mana ditempel. Tiga, yang sebenernya cemburu tapi gengsinya selangit untuk ngomong, jadi sok lempeng aja walau dalam hati cenat cenut. Dan setahuku, nggak ada satupun diantara tiga tipe itu yang SUKA caramu membuatku cemburu aw aw aw… kaya di lagu itu. Jadi menurut kesimpulanku yang bernafaskan kesenewenan, ngawurlah sudah lirik lagunya. Mengada-ada.

Nah, setelah ber-meh ria sepanjang lagu pertama, tiba-tiba entahlah itu track berapa, berkumandanglah lagu yang judulnya “Happy Ending” yang lagi-lagi bikin aku melengos dan mencibir. Liriknya kira-kira semacam ini :

Kaulah yang pertama ingin ku lihat
Saat mentari mulai bersinar
Kaulah yang terakhir ingin ku lihat
Saat ku pejamkan mata

Indah matamu, indah wajahmu
Mampu menyinari duniaku
Indah hatimu, indah cintamu
Mampu menyadarkan diriku
Walau tak ada cinta di dunia
Ku kan selalu di sampingmu
Karena kamu, happy ending-ku

“MEH!” ku bahkan lebih keras lagi untuk lagu yang satu ini.  Kenapa? Karena menurut aku (yang sedang senewen), lagu ini lebih gombal lagi dari yang pertama. Manis, memang. Tapi kemanisan, terlalu banyak gula, sampai-sampai bikin aku skeptis, BENARKAH ada laki-laki yang bisa mencintai pasangannya seperti di lagu itu? “Walau tak ada cinta di dunia, ku kan selalu disampingmu karena kamu happy endingku” aw aw aw! Adakah yang seperti itu? Benarkah? Adakaaaah, bang Abdul dan teori kopi? Ku-ra-sa-tak-a-da. Karena di dunia percintaan yang fana ini, susahnya minta ampun mendapati akhir yang happy ending. Bahkan nenek kakek yang udah nikah dan bahagia ratusan tahun pun akan tetep dipisahkan oleh kematian. Itu bukan happy ending, kan? Bisa aja sih kalau dibilang nanti ketemu lagi di surga dan bisa bahagia selamanya, tapi mungkin aku terlalu skeptis untuk percaya yang semacam itu.

Nah, setelah beberapa lagu aku melengos melulu, akhirnya sampailah kami pada lagu yang judulnya “Ku Cinta Kau Lebih Dari Kemarin” yang mendadak menyadarkan hati dan pikiranku yang senewen. Di lagu itu bang Abdul mengakui kalau dirinya nggak romantis, nggak segombal lelaki lain, nggak penuh kejutan, nggak bisa mengguncang dunia, dan ke-nggak-bisa-an yang lainnya. Tapi lalu dia bilang gini :

“Ku cinta kau saat ini lebih dari hari yang kemarin. Dan akan kuberikan lebih dan lebih, sampai akhir hayat nanti.”

Oke, bagian sampai akhir hayatnya sih memang agak gombal. Tapi kalimat-kalimat sebelumnya sangat menyentil. Tiba-tiba, di pikiranku yang senewen muncul kalimat “WOW! Kalau itu, aku pernah ngerasain!” Ya, aku pernah (lebih tepatnya, aku sedang) merasakan jatuh cinta setengah mati, yang sepertinya bertambah terus setiap hari. Hari ini lebih dari hari kemarin, sampai rasanya pengen memberikan lebih dan lebih dan lebih, kalau bisa semua yang aku punya, semua yang bisa aku lakukan, kepada oknum yang apes kejatuhan cintaku. Lalu, tiba-tiba terngianglah potongan dari bait terakhir lagu yang dinyanyiin Adele, Make You Feel My Love : “Go to the ends of the Earth for you, to make you feel my love…” yang secara verbal terdengar sama gombalnya, tapi nyata. Paling nggak, pernah dan sedang dirasain sekarang.

Berkat lagu itulah kesimpulanku pada malam ini berubah. Ternyata ini semua bukan persoalan gombal atau nggak, ndobos atau nggak lirik lagunya, toh sebenernya cinta yang sedemikian gombal itu NYATANYA memang ada. Dan sikap yang skeptis itu cuma semacam tameng yang terbentuk dari rasa sirik. Sirik apa? Tentu saja sirik karena belum pernah ada (atau sudah ada tapi aku nggak sadar, entahlah) yang mencintai aku dengan cara-cara yang diungkapkan mas abdul dan teman-teman seperkopiannya. Nggak mutu ya? Tapi memang begitulah rasa skeptis itu terbentuk, paling nggak teori ini berlaku untuk diriku sendiri. Jadi, kesimpulannya, bukanlah lagunya yang gombal. Cuma orangnya aja yang sirik. Karena cinta yang banget banget kaya yang diungkapin di lagu-lagu itu beneran ada. Memang beneran ada.

Pusing kan? Sama. Aku sendiri nggak ngerti dari tadi ngomong apa. Ya sudah, see you later! Salam galau!

Make You Feel My Love

When the rain is blowing in your face,
And the whole world is on your case,
I could offer you a warm embrace
To make you feel my love.

When the evening shadows and the stars appear,
And there is no one there to dry your tears,
I could hold you for a million years
To make you feel my love.

I know you haven’t made your mind up yet,
But I would never do you wrong.
I’ve known it from the moment that we met,
No doubt in my mind where you belong.

I’d go hungry, I’d go black and blue,
I’d go crawling down the avenue.
No, there’s nothing that I wouldn’t do
To make you feel my love.

The storms are raging on the rolling sea
And on the highway of regret.
Though winds of change are throwing wild and free,
You ain’t seen nothing like me yet.

I could make you happy, make your dreams come true.
Nothing that I wouldn’t do.
Go to the ends of the Earth for you,
To make you feel my love.

Adele – Make You Feel My Love

 

A song for you, Gatra Wigatama. I miss you already.

Autumn Leaves

The falling leaves drift by the window
The autumn leaves of red and gold
I see your lips, the summer kisses
The sun-burned hands I used to hold

Since you went away the days grow long
And soon I’ll hear old winter’s song
But I miss you most of all my darling
When autumn leaves start to fall

 

Autum Leaves – Nat King Cole

 

hidup itu nggak selamanya senang. tapi semuanya harus dinikmati dan disyukuri. happy Monday!

You Must Have Had A Broken Heart

“You must’ve had a broken heart, to love HIM the way do
Must’ve been so torn apart, I can see it when I look at you”

Sekitar tiga minggu yang lalu, ada seorang teman yang ngirimin dua potong kalimat itu lewat YM, disertai dengan link untuk download lagu di 4shared. Tadinya aku takut itu semacam jebakan, mengingat orang yang ngirim itu hobinya iseng. Tapi setelah link-nya aku buka, ternyataaa bener-bener lagu. Judulnya “You Must Have Had A Broken Heart”, yang dinyanyiin sama Westlife. Dan ternyataaa setelah didownload, ternyata lagunya bagus, apalagi buat mantan penggemar fanatik Westlife kaya aku gini pastinya kegirangan dengerin suara Shane, Mark, Kian sama Nicky lagi setelah sekian lama. Tapi setelah dihayati, aku baru sadar ada yang salah. Lirik lagu aslinya ternyata “You must’ve had a broken heart, to love ME the way do”, tapi potongan lirik yang dikirim sama si teman itu ME-nya diganti sama HIM. Barulah aku bertanya-tanya. Why? なんで? 왜? Kenapa? Kenapa liriknya diganti sama dia? Maksudnya apa?

Akhirnya aku pun mulai mencari-cari tau. Mengingat kemampuan bahasa Inggrisku yang lumayan (lumayan bobrok, maksudnya), sampai berhari-hari aku masih juga belum nemuin maksud dan tujuan si teman tersebut mengirim lirik lagu itu. Sampai sekitar dua jam yang lalu, melalui obrolan panjang berliku-liku dengan orang tersayang, akhirnya mulai mengertilah aku. Dan ternyata, setelah dikonfirmasi ke teman yang bersangkutan sekitar setengah jam yang lalu (memang rejeki, pas aja orangnya lagi online YM), maka terjawablah sudah.

Ternyata, menurut si teman, lagu itu bener-bener menggambarkan yang terjadi sama aku sekarang. Katanya, ini kata dia lho bukan kataku, aku sudah banyaaaaaak sekali berubah sejak 3 bulan yang lalu. Si teman, yang udah kenal aku lebih dari empat tahun aja ngakunya sempet shock, GIMANA BISA seorang aku yang dulu tabiatnya senggol-bacok, super emosional, kepala batu, gampang banget marah, kagolan, dll dll bisa berubah 360 derajat? Dia pun ngaku, akhirnya melakukan riset kecil-kecilan tentang apa yang terjadi sama aku. Dan tau nggak jawabannya apa?

“Aku pikir itu semua karena kamu udah kena batunya. Hatimu pasti pernah hancur banget, pernah ngerasain hidup yang ambyar banget, kamu pasti trauma banget. Dan aku rasa, itu semua kejadian mungkin karena dirimu sendiri. Jadi sekarang kamu belajar untuk nggak ngulangin kesalahan yang sama dengan orang yang baru ini.”

HA! Bayangin apa rasanya jadi aku baca kalimatnya itu nongol satu per satu lewat YM! Ketampar, jelas. Tertohok, pasti. Tapi bersyukur. Satu, bersyukur karena dia secara nggak langsung AKHIRNYA ngasih tau aku, nyadarin aku, kalau yang aku lakukan selama ini itu namanya “perubahan demi kebaikan”, bukan tanda-tanda pelemahan seorang wanita dihadapan laki-laki. Dua, bersyukur karena perubahan yang sedang aku lakukan ini ke arah yang positif, meskipun bikin orang disekitarku terkaget-kaget, tapi bermanfaat untuk diriku sendiri. Aku jadi lebih banyak bersyukur, jadi lebih banyak ketawa, jadi lebih sering happy daripada bete, jadi jarang nangis, jadi nggak terlalu senewenan lagi, jadi yang lebih baik-baik dari sebelumnya. Yah, walaupun belum 100%, mengingat sifat senewenan, kepala batu, emosian dll itu bawaan lahir yang sudah dipelihara dengan baik (duh!) selama 22 tahun hidupku. Tapi seenggaknya aku berjalan ke arah yang lebih baik, upgrade bukan downgrade.

Eh. Udah cukup curcolnya. Marilah kita simak aja lirik lagu selengkapnya, biar bisa dihayati dan diinterpretasikan menurut otak dan hati masing-masing. See ya later! Salam galau!

The way you say the things you do
The softness of the words you choose
The times that you can read my mind
And take my worries out of sight

Your fingers touching on my lips
And say a kiss is still a kiss
And when you look at me I see
I see the pain that you had to feel

You must’ve had a broken heart, to love me the way do
Must’ve been so torn apart, I can see it when I look at you
All the meaning that is in your eyes, the love you give will never die
And I knew right from the start, you must’ve had a broken heart

You seem to have that certain smile
I can’t forget after a while
The day you walked into the room
At once I knew the hurt that you’d been through

Sometimes when its late at night and I see your face in the fire light
Showing all the love you have for me, well I love you as much

All the meaning that is in your eyes, the love u give will never die
And I knew right from the start, you must’ve had a broken heart
Sometimes….

You Must Have Had A Broken Heart – Westlife

source: azlyrics.com

#songquote

Setelah seabad blog ini nggak tersentuh, akhirnya si empunya sadar juga kalau ada media lain yang bisa dipake untuk mengungkapkan isi hati dengan lebih leluasa. Tempat bisa nulis sepuasnya, ngoumyang sampe jontor, dan tentunya lebih dari 140 karakter. Jadi, disinilah aku. Tepuk tangan yang meriah!

Yak, terima kasih para pembaca. Silakan duduk kembali.

Kita kembali ke topik malam ini, yaituuuu #songquote. Inspirasi menulisku malam ini memang dateng dari si media tempat burung-burung berkicau yang terbatas 140 karakter itu, tepatnya dari salah satu kicauan Dewi Lestari, sekitar satu jam yang lalu. Bahasannya tentang quote favorit yang kali ini asalnya dari lirik lagu. Menurut tante Dee, di dalam lirik lagu, banyak kutipan singkat, menohok, dan abadi tinggal di hati. Dan dia pun ngajakin followersnya yang jutaan itu untuk share tentang favourite song quote masing-masing.

Aku sendiri, punya jutaan #songquote favorit, yang disimpen rapi dalam locker-locker di dalam otakku (kalau otak ada lockernya sih), yang satu per satu bermunculan di kondisi-kondisi tertentu, menginspirasi, kadang bisa membantu menguatkan di hari hari yang suram atau justru bikin nangisku tambah kenceng. Ceileh banget dah. Anyway, locker pertama yang bakal aku bongkar malem ini adalah locker berlabel “Dewi Lestari’s Rectoverso Album”, sebagai bentuk penghormatan untuk tante Dee yang mengilhami tulisan ini. Nah, daftarnya adalaaaaah… sebagai berikut.

“Namun kasih ini, silakan kau adu. Malaikat juga tahu, aku kan jadi juaranya.” (Malaikat Juga Tahu – Dewi Lestari)

“If everything has been written down, so why worry?” (Grow A Day Older – Dewi Lestari)

“Firasat ini, rasa rindukah ataukah tanda bahaya? Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi.” (Firasat – Dewi Lestari)

“And it’s time for me to say goodbye to those eyes. To let you go so sleeplike and hear you whisper: why we have to cry?” (Back to Heaven’s Light – Dewi Lestari)

Nah. Sudah selesai. Locker Dewi Lestari-nya udah dibongkar, mari kita berpindah ke locker-locker lain. Doakan, semoga aku ngetiknya nggak sambil nangis. Soalnya kebanyakan #songquote favoritku sedih, menohok, menghujam ke ulu hati, dan memeras air mata. He ho. Marilah sudah kita lanjutkan! Kali ini #songquote dari lagu-lagu barat. Karena ada jutaan favoritku, jadi aku bakal pilih aja yang sesuai isi hati sekarang ini ya. Sekalian curcol boleh dong. Mumpung nggak dibatasi jumlah karakter :D

“Now that we’re here, now that we’ve come this far, just hold on.  There is nothing to fear. For I am right beside you, for all my life, I am yours.” (What About Now -Daughtry)

“The smell of your skin lingers on me now. And I’m gonna miss you like a child misses their blanket.” (Big Girls Don’t Cry – Fergie)

“On the first page of our story, the future seems so bright. And this thing turned out so evil, I don’t know why I’m still surprised.” (Love The Way You Lie Part 2 – Rihanna)

Nah, kalau quote dari tiga lagu diatas itu biasanya menemani di saat-saat galau, lagu yang satu ini nih juaranya bikin nangis tambah kenceng. Bikin emosi terkuras habis. Bikin hati makin hancur. Bikin makan tambah hambar. Bikin tidur makin nggak nyenyak. Bener bener deh, lagu ini bagus banget. Liriknya sebenernya indah tapi luarrr biasa menohok, menancap JLEP! langsung ke hati yang paling dalam. Jadi, untuk menghormati lagu yang udah jutaan kali nemenin aku di saat-saat terkelam dalam hidup (hyakdesk!), makaaa nggak cuma penggalan liriknya yang bakal aku post, tapi seluruh lirik lagunya! Dari awal sampai akhir. Biar kedahsyatan lagunya lebih terasa!

What if I took my time to love you?
What if I put no one above you?
What if I did the things that really mattered?
What if I ran through hoops of disaster?

No one would care if we never made it
We’re in this alone, so why don’t we face it
There is no room to blame one another
We just need time to forgive each other

What about love?
What about feeling?
What about all the things that make life worth living?
What about faith?
What about trust?
And tell me baby…what about us?

How can I give this love a new beginning?
How can I stop the rain? It’s never ending
How do I keep my soul believing?
Memories of how we should be keep calling

I’ll take the rivers rise
I’ll take the happy times
I’ll take the moments of disaster

(What About Love – Lemar)

 

Ha! Udah tertohok belum? Aku aja ngetiknya sambil mengharu biru ini. Air mata sudah menggenang, ingus sudah mengumpul, tinggal countdown sampe tangisan itu bener bener terjadi. Haha. Oke deh, sebelum aku nggerung-nggerung, enough for today yaa. See you later! Salam galau!

Bittersweet Faith

No worry grows
Everything will work out fine
We’ll hold our back
Wait for another sight
I’ve tasted
Your bittersweet faith
My heart waits for you
I’m taking
A moment to say
Everything I do for you

Lay your sweet
Tears have cause my broken dreams
Don’t just be
A word about a badass
You’ll need more than I’ll ever give
I came back to you
I love you
My angel husband
Everything I do for you

Oh, we’re moving in the right direction
Word is faith and faith has emerged a shame
Half us was a beauty of perfection
And going on, I want to do is stay

I do it all for you…

(Bittersweet – Bitterswet Faith)
credit: www.lyricsmania.com

————————————-

Berkat inggris-ku yang bobrok, aku jadi ga terlalu paham sama liriknya. tapi lagunya bagus banget deh, sumpah. Langsung berasa lagi di kafe yang letaknya di rooftop, candle light dinner, duduk hadep-hadepan sama pacar, trus minum wine gitu. haha.. tapi bener-bener deh. bagus lagunya!  wahai cowok-cowok, kalo mau bikin suasana romantis tapi nggak gombal dan menye-menye, mintalah ke waiter buat muterin lagu ini pas candle light dinner! hyahaha~